Rabu, 02 November 2011 07:40 WIB
(Vibiznews – Index) – Pada perdagangan di bursa Korea Selatan pagi hari ini terjadi penurunan yang makin kuat (02/11). Bursa Korea Selatan kembali menerima tekanan jual setelah PM Yunani memutuskan untuk melakukan referendum dalam persetujuan rencana penyelamatan Eropa. Dikhawatirkan bahwa hal ini dapat menghambat progress penyelamatan Yunani dan Eropa. Bursa AS ditutup melemah untuk dua hari berturut-turut diseret oleh sentimen ini.
Indeks berjangka Kospi 200 untuk kontrak Desember dibuka melemah signifikan. Kospi dibuka melemah di posisi 245.55 poin, membukukan penurunan sebesar 500 poin. Saat ini indeks berjangka makin terbenam dan telah berada di posisi 244.35 poin. Sementara itu indeks spot Kospi tampak mengalami penurunan sebesar 43.85 poin (2.3%) dan berada pada posisi 1865.78 poin.
Saham Woori Finance menjadi fokus hari ini. Perusahaan ini pada akhir perdagangan kemarin melaporkan bahwa petumbuhan keuntungan di kuartal ketiga mencapai 8.3% dan saat ini mencapai 520 miliar won. Saham Hyundai Motor juga menjadi fokus setelah perusahaan menyatakan bahwa pada bulan Oktober lalu terjadi kenaikan penjualan sebesar 13.6% dibandingkan tahun lalu.
Lihat Analisis Vibiz Research
Tuesday, November 1, 2011
Nikkei Pagi Dibuka Terpukul oleh Rencana Referendum Yunani
Rabu, 02 November 2011 07:25 WIB
(Vibiznews – Index) – Pada perdagangan di bursa Jepang pagi hari ini terjadi penurunan yang makin kuat (02/11). Bursa Jepang kembali menerima tekanan jual setelah PM Yunani memutuskan untuk melakukan referendum dalam persetujuan rencana penyelamatan Eropa. Dikhawatirkan bahwa hal ini dapat menghambat progress penyelamatan Yunani dan Eropa. Bursa AS ditutup melemah untuk dua hari berturut-turut diseret oleh sentimen ini.
Indeks berjangka Nikkei 225 untuk kontrak Desember dibuka melemah signifikan dan berhasil menembus level support mingguan. Nikkei melemah di posisi 8740 poin, saat ini telah berada di posisi 8685 poin. Support mingguan Nikkei berada di posisi 8700 poin. Sementara itu indeks spot Nikkei tampak mengalami penurunan sebesar 1.5% di posisi 8706.72 poin. Topix mengalami penurunan sebesar 1.4% di posisi 744.22 poin.
Saham Nomura menjadi fokus hari ini dan bergerak turun setelah melaporkan bahwa pada kuartal ketiga lalu mengalami kerugian. Kerugian kuartalan ini merupakan pertama kalinya dalam 2.5 tahun. Toyota dan Honda juga tampak mengalami penurunan setelah melaporkan bahwa penjualan di bulan Oktober mengalami penurunan yang tidak terduga.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Index) – Pada perdagangan di bursa Jepang pagi hari ini terjadi penurunan yang makin kuat (02/11). Bursa Jepang kembali menerima tekanan jual setelah PM Yunani memutuskan untuk melakukan referendum dalam persetujuan rencana penyelamatan Eropa. Dikhawatirkan bahwa hal ini dapat menghambat progress penyelamatan Yunani dan Eropa. Bursa AS ditutup melemah untuk dua hari berturut-turut diseret oleh sentimen ini.
Indeks berjangka Nikkei 225 untuk kontrak Desember dibuka melemah signifikan dan berhasil menembus level support mingguan. Nikkei melemah di posisi 8740 poin, saat ini telah berada di posisi 8685 poin. Support mingguan Nikkei berada di posisi 8700 poin. Sementara itu indeks spot Nikkei tampak mengalami penurunan sebesar 1.5% di posisi 8706.72 poin. Topix mengalami penurunan sebesar 1.4% di posisi 744.22 poin.
Saham Nomura menjadi fokus hari ini dan bergerak turun setelah melaporkan bahwa pada kuartal ketiga lalu mengalami kerugian. Kerugian kuartalan ini merupakan pertama kalinya dalam 2.5 tahun. Toyota dan Honda juga tampak mengalami penurunan setelah melaporkan bahwa penjualan di bulan Oktober mengalami penurunan yang tidak terduga.
Lihat Analisis Vibiz Research
Wall Street Terpukul Lagi oleh Rencana Referendum Yunani
Rabu, 02 November 2011 06:00 WIB
(Vibiznews - Index) - Pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street dini hari tadi terjadi penurunan yang cukup signifikan (02/11). Bursa saham terpental melemah untuk dua hari berturut-turut di tengah kekhawatiran bahwa refrendum yang dilakukan di Yunani akan mengancam kelangsungan program pemberian bantuan di Eropa.
Indeks S&P 500 membukukan penurunan selama dua hari, terbesar dalam satu bulan belakangan. Seluruh industri dalam S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor keuangan, energi dan industri.
Saham Citigroup Inc. dan Morgan Stanley mengalami penurunan tajam lebih dari 7.6% setelah pada perdagangan di Eropa sektor keuangan mengalami tekanan dan anjlok 6.2%.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan signifikan sebesar 2.8% dan berakhir pada posisi 1218.28 poin dini hari tadi. Selama dua hari indeks ini mengalami penurunan sebesar 5.2%. Sedangkan indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 297.05 poin (2.5%) dan ditutup pada posisi 11657.96 poin.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews - Index) - Pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street dini hari tadi terjadi penurunan yang cukup signifikan (02/11). Bursa saham terpental melemah untuk dua hari berturut-turut di tengah kekhawatiran bahwa refrendum yang dilakukan di Yunani akan mengancam kelangsungan program pemberian bantuan di Eropa.
Indeks S&P 500 membukukan penurunan selama dua hari, terbesar dalam satu bulan belakangan. Seluruh industri dalam S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor keuangan, energi dan industri.
Saham Citigroup Inc. dan Morgan Stanley mengalami penurunan tajam lebih dari 7.6% setelah pada perdagangan di Eropa sektor keuangan mengalami tekanan dan anjlok 6.2%.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan signifikan sebesar 2.8% dan berakhir pada posisi 1218.28 poin dini hari tadi. Selama dua hari indeks ini mengalami penurunan sebesar 5.2%. Sedangkan indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 297.05 poin (2.5%) dan ditutup pada posisi 11657.96 poin.
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Posts (Atom)