Sunday, September 4, 2011

Wall Street Melemah oleh Stagnannya Pertumbuhan Pekerja AS

Sabtu, 03 September 2011 06:30 WIB

Pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street dini hari tadi terjadi penurunan tajam pada saham-saham di AS (03/09). Wall Street tergerus dan indeks S&P 500 mengalami penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun belakangan di tengah laporan bahwa terjadi stagnansi pada pertumbuhan pekerja di bulan Agustus. Kekhawatiran mengenai resesi tahap kedua kembali hantui pergerakan bursa saham.

Bank of America dan JPMorgan Chase & Co. mengalami penurunan setidaknya 4.4% setelah Federal Housing Finance Agency menuntut bank-bank tersebut untuk kasus sekuritas mortgage. AT&T Inc. mengalami penurunan sebesar 3.4% setelah pemerintah menuntut rencana pembelian T-Mobile USA Inc. First Solar Inc. mengalami penurunan sebesar 11%.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 30.45 poin (2.5%) dan berakhir pada posisi 1173.97 poin. Sepanjang minggu ini indeks tersebut membukukan penurunan sebesar 0.2%. Indeks Dow Jones berakhir dengan membukukan penurunan tajam sebesar 253.31 poin (2.2%) di posisi 11240.30 poin. Dalam satu minggu indeks ini mengalami penurunan sebesar 0.4%.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan bursa saham masih akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Untuk sesi perdagangan di Asia hari ini kemungkinan bursa-bursa saham Asia akan cenderung bergerak ikut mengalami koreksi seiring dengan melemahnya perdagangan di Wall Street.

Bursa Berjangka AS Melemah, Tunggu Rilisnya Data Pengangguran

Jumat, 2 September 2011 17:27 WIB

Bursa berjangka AS pada perdagangan hari ini (2/9) terpantau mengalami penurunan. Tren negatif rupanya kembali berlanjut setelah kemarin tertekan oleh imbas melemahnya data sektor manufaktur AS untuk bulan Agustus. Kini, investor kembali dikhawatirkan oleh data tingkat pengangguran AS yang malam ini akan diumumkan dan diprediksi akan tetap di level 9,1% untuk bulan Agustus lalu.

Indeks berjangka Dow Jones melemah 0,62% menjadi 11394 basis poin, indeks berjangka Nasdaq 100 turun 0,74% menjadi 2200,75 basis poin dan indeks berjangka S&P 500 melemah 0,73% menjadi 1192,5 basis poin.

Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham Goldman Sachs yang melemah 3,49% menjadi 112,16 dollar, saham Caterpillar Inc melemah 2,69% menjadi 88,55 dollar dan saham Alcoa Inc melemah 2,42% menjadi 12,49 dollar.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa AS diperkirakan akan cenderung tertekah untuk hari ini. Mengingat peluang kenaikan tingkat pengangguran cenderung kuat setelah prediksi data non farm employment change mengalami penurunan sebesar 43 ribu untuk bulan Agustus.

Hang Seng Ditutup Melemah, Tertekan di Akhir Pekan

Jumat, 2 September 2011 17:18 WIB

Bursa Hong Kong pada perdagangan hari ini (2/9) ditutup melemah. Setelah sempat menguat dalam beberapa hari terakhir, pergerakan bursa Hong Kong kembali mengalami tekanan yang cukup signifikan. Jelang berakhirnya perdagangan pada pekan ini, investor rupanya masih belum berani mengambil resiko ditengah spekulasi pada sisi tingkat pengangguran AS yang malam ini akan diumumkan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,81% menjadi 20212,91 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 337 poin menjadi 20066 basis poin dengan level support sebesar 20037 poin dan level resistant sebesar 20450 poin.

Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham PetroChina yang turun 3,49% menjadi 9,67 hkd, saham CCB turun 1,71% menjadi 5,74 hkd dan saham China Mobile melemah 1,81% menjadi 78,5 hkd.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa Hong Kong untuk awal perdagangan pekan depan diperkirakan akan masih bergerak labil di kisaran antara 20000 - 200500 basis poin.