Sabtu, 03 September 2011 06:30 WIB
Pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street dini hari tadi terjadi penurunan tajam pada saham-saham di AS (03/09). Wall Street tergerus dan indeks S&P 500 mengalami penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun belakangan di tengah laporan bahwa terjadi stagnansi pada pertumbuhan pekerja di bulan Agustus. Kekhawatiran mengenai resesi tahap kedua kembali hantui pergerakan bursa saham.
Bank of America dan JPMorgan Chase & Co. mengalami penurunan setidaknya 4.4% setelah Federal Housing Finance Agency menuntut bank-bank tersebut untuk kasus sekuritas mortgage. AT&T Inc. mengalami penurunan sebesar 3.4% setelah pemerintah menuntut rencana pembelian T-Mobile USA Inc. First Solar Inc. mengalami penurunan sebesar 11%.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 30.45 poin (2.5%) dan berakhir pada posisi 1173.97 poin. Sepanjang minggu ini indeks tersebut membukukan penurunan sebesar 0.2%. Indeks Dow Jones berakhir dengan membukukan penurunan tajam sebesar 253.31 poin (2.2%) di posisi 11240.30 poin. Dalam satu minggu indeks ini mengalami penurunan sebesar 0.4%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan bursa saham masih akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Untuk sesi perdagangan di Asia hari ini kemungkinan bursa-bursa saham Asia akan cenderung bergerak ikut mengalami koreksi seiring dengan melemahnya perdagangan di Wall Street.
No comments:
Post a Comment