Tuesday, October 13, 2009

Nikkei Terlihat Range Bound, Laporan Keuangan Intel Kemungkinan Menolong

(Vibiznews Index) - Nikkei kemungkinan akan bergerak sempit pada hari rabu setelah bursa saham US melemah karena penjualan yang mengecewakan dari Johnson & Johnson sehingga menghambat peningkatan S&P500 selama 6 hari berturut-turut.

Tetapi sector teknologi exporter seperti Advantest Corp kemungkinan mendapat keuntungan setelah Intel melaporkan laporan pendapatannya melampaui perkiraan sehingga membuat US Stock Futures meningkat.

Pasar akan kemungkinan range bound setelah bursa saham US berakhir beragam dan Nikkei Future di Chicago berakhir melemah menurut Hiroichi Nishi, GM Nikko Cordial Securities.

Tetapi penurunan seharusnya terbatasi setelah laporan keuangan Intel yang sangat positif yang membuat saham Intel dan US Stock Futures meningkat.

Nikkei ditutup di Chicago di level 10,075 sementara pelaku pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan di range 10,000-10,150.

S&P500 melemah 0.3% karena pendapatannya dibawah perkiraan.

Mitsubishi Heavy kemungkinan menghasilkan keuntungan operasional grupnya sekitar 18 milyar yen dalam bulan April-September atau turun 75% dari tahun sebelumnya karena turunnya penjualan forklift dan alat berat lainnya menurut Nikkei Business daily.

Saham Inpex Corp dan saham energy lainnya kemungkinan meningkat setelah harga minyak naik ke level tertinggi dalam 7 minggu atau diatas level $74/barrel setelah OPEC meningkatkan perkiraan permintaan 2010 dan melemahnya dolar meningkatkan permintaan untuk komoditi.

sumber: vibiznews.com

Pendapatan Johnson & Johnson Meleset, Wall Street Cenderung Melemah

(VibiznewsIndex) – Wall Street pada perdagangan hari ini (14/10) berakhir cenderung melemah, terutama setelah Johnson & Johnson membukukan penjualan yang meleset dari ekspektasi. Dow Jones merosot 14.74 poin, atau 0.15% ke level 9,871.06; S&P 500 menurun 3.01 poin atau 0.28% ke level 1,073.18; dan Nasdaq hanya naik 0.75 poin atau 0.04%, ke level 2,139.89.

Sentimen negatif utama pada bursa dipicu oleh Johnson & Johnson, yang meskipun labanya memenuhi ekspektasi, namun pendapatan justru meleset. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa hasil Q3 emiten bursa tidak akan begitu bagus. Laba yang memenuhi ekspektasi artinya disebabkan oleh upaya efisiensi, bukannya pertumbuhan dalam penjualan. Saham J&J merosot 2.43% ke level $61.01 dan mempengaruhi mood bursa secara keseluruhan. Pfizer juga anjlok 1.87% ke level $16.78 dan Merck turun 1.34% ke level $32.42.

Intel kemungkinan dapat mengangkat sentimen positif bursa besok, terutama setelah usai perdagangan mengumumkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi. Sahamnya naik 0.44% ke level $20.49. Sementara itu, saham perbankan terpantau mixed, menjelang laporan keuangan bank-bank pekan ini. Hari ini, Ketua FDIC Sheila Bair mengemukakan bahwa kegagalan bank masih akan terus terjadi, namun tidak akan melibatkan bailout. Citigroup melonjak 1.26% ke level $4.83; JPMorgan turun 0.72% ke level $45.75 dan Bank of America merosot 1.28% ke level $17.80

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa AS dalam waktu dekat masih berpotensi untuk menguat, terutama didorong oleh Intel dan ekspektasi Justify Fullbahwa perbankan kinerjanya akan lebih baik pada Q3 ini. Hanya saja, investor harus bersiap untuk kemungkinan ada laba yang meleset dari ekspektasi.

sumber: vibiznews.com