(Vibiznews – Index) – Wall Street pada perdagangan hari ini (14/10) berakhir cenderung melemah, terutama setelah Johnson & Johnson membukukan penjualan yang meleset dari ekspektasi. Dow Jones merosot 14.74 poin, atau 0.15% ke level 9,871.06; S&P 500 menurun 3.01 poin atau 0.28% ke level 1,073.18; dan Nasdaq hanya naik 0.75 poin atau 0.04%, ke level 2,139.89.
Sentimen negatif utama pada bursa dipicu oleh Johnson & Johnson, yang meskipun labanya memenuhi ekspektasi, namun pendapatan justru meleset. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa hasil Q3 emiten bursa tidak akan begitu bagus. Laba yang memenuhi ekspektasi artinya disebabkan oleh upaya efisiensi, bukannya pertumbuhan dalam penjualan. Saham J&J merosot 2.43% ke level $61.01 dan mempengaruhi mood bursa secara keseluruhan. Pfizer juga anjlok 1.87% ke level $16.78 dan Merck turun 1.34% ke level $32.42.
Intel kemungkinan dapat mengangkat sentimen positif bursa besok, terutama setelah usai perdagangan mengumumkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi. Sahamnya naik 0.44% ke level $20.49. Sementara itu, saham perbankan terpantau mixed, menjelang laporan keuangan bank-bank pekan ini. Hari ini, Ketua FDIC Sheila Bair mengemukakan bahwa kegagalan bank masih akan terus terjadi, namun tidak akan melibatkan bailout. Citigroup melonjak 1.26% ke level $4.83; JPMorgan turun 0.72% ke level $45.75 dan Bank of America merosot 1.28% ke level $17.80
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa AS dalam waktu dekat masih berpotensi untuk menguat, terutama didorong oleh Intel dan ekspektasi
bahwa perbankan kinerjanya akan lebih baik pada Q3 ini. Hanya saja, investor harus bersiap untuk kemungkinan ada laba yang meleset dari ekspektasi.
sumber: vibiznews.com
Sentimen negatif utama pada bursa dipicu oleh Johnson & Johnson, yang meskipun labanya memenuhi ekspektasi, namun pendapatan justru meleset. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa hasil Q3 emiten bursa tidak akan begitu bagus. Laba yang memenuhi ekspektasi artinya disebabkan oleh upaya efisiensi, bukannya pertumbuhan dalam penjualan. Saham J&J merosot 2.43% ke level $61.01 dan mempengaruhi mood bursa secara keseluruhan. Pfizer juga anjlok 1.87% ke level $16.78 dan Merck turun 1.34% ke level $32.42.
Intel kemungkinan dapat mengangkat sentimen positif bursa besok, terutama setelah usai perdagangan mengumumkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi. Sahamnya naik 0.44% ke level $20.49. Sementara itu, saham perbankan terpantau mixed, menjelang laporan keuangan bank-bank pekan ini. Hari ini, Ketua FDIC Sheila Bair mengemukakan bahwa kegagalan bank masih akan terus terjadi, namun tidak akan melibatkan bailout. Citigroup melonjak 1.26% ke level $4.83; JPMorgan turun 0.72% ke level $45.75 dan Bank of America merosot 1.28% ke level $17.80
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa AS dalam waktu dekat masih berpotensi untuk menguat, terutama didorong oleh Intel dan ekspektasi
bahwa perbankan kinerjanya akan lebih baik pada Q3 ini. Hanya saja, investor harus bersiap untuk kemungkinan ada laba yang meleset dari ekspektasi.sumber: vibiznews.com
No comments:
Post a Comment