Sabtu, 10 September 2011 07:36 WIB
Pada akhir perdagangan di bursa Wall Street hari ini terjadi penurunan tajam pada saham-saham di bursa (10/09). Saham Amerika Serikat anjlok besar dengan Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 300 poin, karena pasar saham global tersengat kecemasan baru di zona euro tentang bailout Yunani.
Indeks Dow turun 303,68 poin (2,69 persen) menjadi ditutup pada 10.992,13. Indeks S&P 500 turun 31,67 poin (2,67 persen) menjadi 1.154,23, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq jatuh 61,15 poin (2,42 persen) menjadi 2.467,99.
Kerugian awal di Wall Street dipercepat setelah berita tak terduga bahwa kepala ekonom Bank Sentral Eropa (ECB), Juergen Stark, mengundurkan diri. Beberapa jam setelah pengunduran dirinya diumumkan, Stark menyerukan reformasi drastis untuk zona euro, karena para pengamat ECB menunjukkan bahwa bank sangat terpecah tentang penanganan krisis utang Eropa.
Stark, dari Jerman, telah menjadi kritikus yang tajam dari program kontroversial ECB untuk membeli obligasi pemerintah dari negara-negara zona euro yang sangat terlilit utang seperti Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol dan Italia.
Saham-saham finansial turun tajam, meskipun bank-bank AS bernasib lebih baik daripada beberapa rekan-rekan mereka di Eropa: Citigroup tenggelam 4,4 persen dan JPMorgan Chase turun 4,3 persen.
McDonald melemah menyeret turun indeks Dow Jones. Saham jaringan restoran cepat saji dunia ini jatuh 4,0 persen setelah melaporkan bahwa penjualannya pada Agustus lebih buruk dari yang diharapkan.
Hewlett-Packard menukik 5,1 persen. Investor telah membuang saham perusahaan teknologi karena meluncurkan sebuah rencana restrukturisasi yang kontroversial bulan lalu termasuk "spin-off" dari bisnis komputer pribadi.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan bursa saham masih akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Untuk sesi perdagangan di Asia minggu depan kemungkinan bursa-bursa saham Asia akan cenderung bergerak ikut mengalami penurunan seiring dengan melemahnya perdagangan di Wall Street.
No comments:
Post a Comment