Monday, September 19, 2011

Wall Street Kembali Kering Setelah Rally Selama Lima Hari

Selasa, 20 September 2011 06:24 WIB

Pada akhir perdagangan di bursa Wall Street dini hari tadi tampak terjadi penurunan (20/09). Pasar saham Amerika Serikat jatuh menghentikan kenaikan lima sesi beruntun, karena pedagang khawatir tentang kemungkinan default utang publik Yunani dan zona euro tidak bertindak menghadapi krisis.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 108,08 poin (0,94 persen) menjadi berakhir pada 11.401,01. Indeks S&P 500 yang lebih luas turun 11,92 poin (0,98 persen) menjadi 1.204,09, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq turun 9,48 poin (0,36 persen) menjadi 2.612,83.

Sentimen negatif datang dengan kekhawatiran lanjutan seputar bencana utang Eropa, karena pertemuan akhir pekan antara para pejabat Eropa gagal menginspirasi optimisme kemampuan para pemimpin untuk memecahkan dilema.

Indeks memangkas kerugian awal setelah kementerian keuangan Yunani melaporkan pembicaraan "produktif dan substantif" dengan para pemberi pinjaman, Uni Eropa, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB), untuk menuntaskan tanggapan terhadap kemacetan serius dari target anggaran yang telah disepakati.

Saham keuangan berada di bawah tekanan dari ketidakpastian terkait dengan krisis Eropa: Bank of America menyusut 3,3 persen, JPMorgan Chase turun 2,8 persen dan Citigroup merosot 4,4 persen.

Netflix memperpanjang kerugian pekan lalu, jatuh 7,4 persen setelah kepala eksekutifnya Reed Hastings mengakui bahwa dia "mengacaukan" skema harga baru raksasa film itu.

Melawan kecenderungan turun adalah Tyco International, naik 2,4 persen pada 45,50 dolar AS setelah mengumumkan rencana untuk memecah menjadi tiga perusahaan publik.

Aksi jual itu muncul setelah lima sesi berturut-turut naik, kenaikan panjang kedua tahun ini, yang telah meninggalkan tiga indeks utama naik lebih dari lima persen selama seminggu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bursa saham AS masih cenderung dipengaruhi oleh kondisi keuangan global, terutama sekali situasi ekonomi di AS dan Eropa. Untuk hari ini pergerakan di bursa saham Asia cenderung akan mengalami penurunan seiring dengan melemahnya bursa saham Wall Street.

No comments: